FORMAT LAPORAN DESKRIPSI KASUS
I. Identitas
1.1 data diri
konselor
Nama
: sofian hadi irawan
NIM
: 1131040140
Jurusan : tasawuf dan psikoterapi
Jenis praktikum :
konseling person centered
Tanggal mulai : 26 febuari
Tanggal selesai : 5 maret
Dosen : Yulianti
1.2 data diri
klien
Nama lengkap : Nur umairotul faridah
Nama panggilan : Ida
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat tanggal lahir :
Pendidikan : Mahasiswa
Pekerjaan : Mahasiswa
Hobi :
Alamat : Tangerang
Nama orang tua : rs
Anak ke :
Keluhan : Kepindahan jurusan
II. OBSERVASI
2.1 keadaaan
fisik
Kondisi klien saat pertama kali bertemu dengan saya di dalam
ruangan wajahnya agaka sedikit murung entah itu karena dia sedang sakit atau
memang masih lelah, karena si klien baru saja selesai kuliah yang jadwalnya
dari pagi sampai siang hari. Dia adalah wanita yang berbicaranya lemah embut
dan kata-katanya juga sopan walaupun baru pertama kali bertemu dengan saya.
Dari analisa saya tinggi klien sekitar 150 dan berat kira-kira 46 kg. Dia juga
termasuk wanita yang tidak banyak memakai perhiasan saat datang ke kampus klien
saya hanya memakai jam tangan saja untuk menambah style. Sedikit memakai parfum
khas wanita pada zaman sekarang ini.
2.2 keadaan
psikologis
Keadaan psikologis klien dari awal datang dia tampak sekali ceriah
dilihat dari wajahnya walaupun sepertinya agak dipaksakan ya maklum saja
mungkin karena kegiatan kuliahnya yang padat, karena dia juga aktif di salah
satu organisasi. Pertama saya menanyakan “bagaimana kabarnya, apakah masih
lelah dan apa mau itirahat dulu sebentar?” karena kalau saya lihat dia memang
sangat kelelahan sekali, awal pembicaraan kami membicarakan tentang kegiatan
klien dikelas bagaimana karena klien adalah seorang mahasiswa pindahan jadi saya
rasa pasti cukup sulit baginya untuk mengejar mata kuiah yang dismester bawah.
Sepertinya dia juga mengalami kesulitan dalam menyusun skripsinya karena klien
juga harus mengikuti UAS smester bawah padahal klien sekarang masih belum
selesai mengerjakan skripsinya, itu yang saya dengan dari klien saat pertama
bercerita kepada saya sebagai konselornya.
2.3 keadaan spiritual religus
Dari hasil analisis saya memang dia anak kuliahan yang selalu
memakai kerudung bukan hanya di kampus saja tapi di luar kampus juga di kosan
dia, pasti selalu memakai kerudungnya tapi pada saat adzan berkumandang
sikapnya biasa-biasa saja dia hanya mengatakan”wah sudah adzan ya cepet
banget”. Disitu saya bisa menyimpulkan dia tipe perempuan yang modern yang
lumayan mementingkan gaya di bandingkan dengan kewajibannya untuk sholat, tetapi
dia juga sangat rajin sholat lima waktu.
III. RIWAYAT
KELUHAN
Masalah klien dari awal datang kepada saya pertama adalah tentang
pembuatan skripsi yang sekarang sedang klien susun. Dalam penyusunan skripsi
klien bercerita bahwa dia cukup malas dalam mengerjakannya saat di tanya kenapa
alasannya selain malas, dia menjawab kalau ada masalah lain yang menghambatnya
dalam menyusun skripsi. Dia mengatakan kalau tidak ada seseorang yang
menyemangati dirinya disaat dia sedang membutuhkan seseorang disampingnya entah
itu teman, keluarga, dan kekasihnya, mereka semua tidak mungkin sibuk dengan
hal lain jawab si klien. Dari situ berusaha mencari informasi lagi dan ternyata
dia menceritakan lagi kalau masalah keduanya itu adalah hubungan dia dengan
kekasihnya yang sekarang sedang dalam kehancuran. Katanya hubungan dia makin
lama makin memburuk karena kesibukkan masing-masing dan membuat mereka jarang
bertemu walaupun mereka satu kampus yang membedakan hanya beda jurusan saja
Dari keluhan fisik dia hanya mengatakan kalau badannya kurang
langsing di bandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Walaupun berat badannya
sedang dia tetap mengeluh dengan tingginya itu. Mungkin karena semua teman
sekelasnya agak tinggi dari si klien dan postur tubuuhnya juga langsing, klien
jadi iri dan juga dia sangat menyukai film korea dimana didalam film itu semua
gadis-gadisnya bertubuh langsing, tinggi dan sudah pasti sangat sempurna bagi
kaum laki-laki. Itu juga yang membuat dia merasa kurang pada fisiknya yang mana
dia ingin seperti kebih sempurna dari keadaannya sekarang. Klien menceritakan
masalahnya tentang keadaan psikis yang di alaminya yaitu bahwa klien menyadari
bahwa diriinya labil dalam mengambil setiap keputusan. Terkadang klien terlalu
memikirkan perasaan orang lain sehingga membiarkan dirinya yang mengalah untuk
orang lain, tapi setelah itu klien merasa bahwa itu tidak adil dan akhirnya
melakukan perlawanan terhadap dirinya itu. Klien juga terkadang sulit untuk
mengatakan kata “tidak” jika ada seseorang yang meminta bantuannya padahal
klien itu sedang sibuk dengan tugasnya misalnya saat ada teman yang memintanya
untuk mengerjakan tugasnya. Disisi lain klien sebenarnya tidak mau membantunya
karena sedang lelah tapi karena dia merasa tidak enak maka dirinya mengatakan
iya dan sulit untuk mengatakan tidak.
V. TAHAP AWAL
Dari analissis yang dapatakan tentang klien ini yatiu adalah dia
mempunyai masalah tetang kekurangan kepercayaan dirinya padahal dirinya itu
mempunyai banyak kelebihan, tapi dia tidak bisa melihatnya dan yang dia lihat
hanyalah kekurangan dirinya itu. Teori yang memperkuatnya adalah ibn
abbas mengatakan: “bertafakur dalam satu jam lebih baik dari bangun (salat)
satu malam” atau bahkan adaa yang mengatakan lebih baik daripada beribadah satu
tahun lamanya. Hadits tersebut sejalan dengan suatu konsep psikoterapi pribumi
dari jepang yang dibawa oleh ishin yashimoto dan dikenal dengan terapi naikan.
Psikoterapi itu sendiri, sebagaimana dijabarkan berry, dkk (1999) ialah suatu
istilah umum yang dikembangkan untuk merujuk pada suatu praktek yang melibatkan
seorang pasien dan seorang penyembuh dalam suatu hubungan personal, tujuannya
adalah menghilangkan penderitaan pasien karena suatu gangguan atau permasalahan
psikologis. Diantara sejumlah psikoterapi pribumi, ada yang yang berakar
dibudaya dan pemikiran jepang, yaitu terapi naikan. Menurut murase (1982) dan
beryy (1999) terapi ini merupakan suatu kebangkitan dan suatu penemuan kembali
akan nilai masyarakat jepang yaitu sunao.
Sunao adalah sikap pasrah untuk atau tunduk, menerima, selaras dengan
lingkungan sosial, berpikiran terbuka, jujur, dan bebas dari antagonism dan
persaingan. Sunao merupakan jalan
untuk menemukan kembali harmoni dan kedamaian:
“jika
mereka memilki pikiran sunao, maka mereka akan menemukan sesuatu yang tidak
mungkin. Dengan pikiran sunao mereka dapat bertahan dalam kecemasan dan
ketidakpuasan, menerima diri sendiri berati membolehkan kelemahan, cacat,
ketidak-enakan, dan perasaan-perasaan yang tidak diharapkan dari seseorang
sebagaimana adanya. (murase, 1982 dalam beryy, 1999). Psikoterapi naikan
merupakan bentuk pengobatan secara meditasi yang dikembangkan dijepang dari
aliran jodo shinsu budha oleh oleh isshin yashimoto, seorang pendeta dan mantan
pengusaha. Melalui bimbingan refleksi terhadap diri sendiri masalah dan
kecemasan yang telah ia timbulkan dalam kehidupan orang lain. Terapi ini jelas
bertujuan untuk menyadarkan akan kesalahan yang telah dilakukan, dan secara
langsung menumbuhkan perasaan dicintai dan diperhatikan sekecil apapun itu.
Dengan demikian, hal ini akan menimbulkan keinginan untuk untuk mensyukuri
bantuan apapaun yang diberikan orang lain untuk menyeimbangkan kehidupan sosial
dan mengurangi keegoisan. Karena setiap manusia itu kebanyakan selalu
mementingkan egon-nya masing-masing tanpa ada yang mau mengalah satupun, dengan
terapi naikan ini. Maka klien yang sedang bermasalah bisa teratasi dengan
konselornya tanpa ada hambatan yang menghalanginya. Dalam diri manusia terdapat
ego dan super ego itulah yang menyebabkan kita sebagai manusia susah untuk
bekerjasama dengan orang lain karena kita selalu menganggap bahwa diri kitalah
yang paling benar. Andai kita merenungkan sebentar apakah yang sekarang menjadi
milik kita dan apa yang sudah kita lakukan selama ini sudah apa benra atau
tidak.
Instrumen
yang saya gunakan adalah menyuruh klien membayangkan kelebihan dan kemampuan
yang dia punya dan pernah dia pakai untuk membantu orang lain. Kemudian, saya
membuat reni menceritakan hal-hal yang membuat dia bahagia apa saja. Dengan
begitu kepercayaan dirinya sedikit tapi pasti dapat kembali lagi. Sehingga
klien tidak lagi terlalu memikirkan kekurangannya.
VI.
TAHAP KERJA (Treatmen
Konseling Terapi)
|
No
|
Ungkapan Verbal
Konselor
|
Ungkapan
Nonverbal
|
Ungkapan
klien
|
Teknik
|
Keterangan
|
||||
|
1
|
Hey ren mau
minum apa? Nanti saya bawain eh maaf ya panas ruangannya.
|
Senyum,
bertanya, tertawa kecil.
|
Apa aja deh yan haus banget ni, iya ni panas ruangannya gak ada
AC ya.
|
Attending,
memberikan kepercayaan.
|
Menciptakan
rapport.
|
||||
|
2
|
Ren maaf ya Cuma ada nutrisari sama cemilan keripik saja di
kantinya. Soalnya di kantin gak ada yang lain lagi udah pada habis. Ada juga
makanan yang pake nasi, mau aku beli
ehh lupa aku gak bawa dompet jadi Cuma ada sedikit uangnya gak apa-apa kan?
|
Senyum,
salam, sapa, sopann
|
Gak apa-apa yan santai aja, malah makasih banget udah di beliin .
|
Perkenalan,
mengobrol biasa.
|
|
||||
|
3
|
Gimana nih skripsinya
lancar gak? Dari wajahnya kayanya udah beres ni. Kayanya lagi ceria-ceria
gimana gitu make up aja masih baru di tambah kamu makin cantik nih eh
bercanda jangan di anggap serius ya ?
|
Memelihara
kotak mata, duduk agak dekat.
|
Gampang si sebenarnya kalau di kerjain, asli gampang banget. Yang
susahnya pertama yaitu males doank yang kedua tidak ada niat untuk
mengerjakan. Pokonya intinya itu aja kalau mood kitanya lagi jelek
|
|
Mulai masuk ke topik utama
|
||||
|
4
|
Terus ada gak yang hal lain yang bikin kamu semangat ngerjain
skripsinya ?
|
|
Ada si dari orang tua kadang mereka tanya gini, gimana
skripsinya, udah berapa lembar. Duhh jadi kepikiran dari sana kalau ada
omongan dari orang tua, terus kalau ada teman nah dia udah banyak gitu
skripnya baru dehh aku jadi mulai semangat nyusun skripsinya lagi.
|
Cara Duduk disamakan
dengan klien
|
|
||||
|
5
|
Oh iya selama kuliah gimana pernah ngelakuin apa gitu atau bolos
apalah?
Ada gak penyebabya.
|
|
Ya kalau smester 1 sampai 4 masih rajin, baik nahh pas smester 5
baru udah klimaks tuh, aku udah mulai sering bolos jarang banget kuliah, di
tambah dosenya yg killer segalanya serba ketat jadi aja male kuliah. Nilai IP
juga mulai anjlok, smester 6 Cuma dapet nilai IP 3.30 kalau smester sebelum dapetnya bagus. Gak tahu
kenapa aku juga jadi kaya gini yan kayanya semua anak kuliah kaya gini ya
kalau udah smester akhir.
|
|
|
||||
|
6
|
Oh iya di jurusan kamu ujian proposalnya gimana ? kira-kira sama
gak ya kaya jurusan yang lain gitu.
|
|
Wahh tiap bulan harus sering-sering di kasih tuh propsalnya tapi
si tiap jurusan beda-beda kaya contohnya kalau fakultas tarabiyah kan dia tuh
ada seminar propsal kaya gitu kan. Ya semuanya juga tergantung kebijakan
masing-masing dari tiap jurusan kita.
|
|
|
||||
|
7
|
Oh iya pacar kamu sering kasih semangat gak? ya atau hal-hal yang
lainnya yang bisa kamu jadiin motivasi biar pas kamu nyusun skripsinya tambah
semangat gitu.
|
|
Ya boro-boro yan, yang ada dia itu malah gangguin aku terus pas
lagi ngeik buat skripsi malah bercandanya itu kelewatan. Aku aja sampai kesal
bannget sama dia duhh pokonya pacar tuh kaya gak ada ngasih semangat gitu
lahh.
|
|
|
||||
|
8
|
Tapi kamu ren merasa beneran kesal atau Cuma bohongan? Kan dia
pacarc kamu lohh
|
|
Ya kesal Cuma dikit aja gak sampe semarah apa gitu yan. Tapi si
walaupun dia emang sering gangguin aku setidaknya dia itu selalu ada buat aku
dan yang pasti dia selalu bikin aku senang si. Mungkin itu cara dia buat
nyenengin aku dengan cara ngejailin aku.
|
|
|
||||
|
9
|
Apa
dulu sempat ada hal yang pacar kamu lakuin ke kamu dan itu sampai membuat
kamu sakit hati atau hal yan semcamnya gitu ren? Tapi gak harus di jawab
semuanya kalau itu bisa bikin kamu lagi ingat sama masalah itu.
|
|
Iya
si ada yan pas dulu kita kan pernah putus tuh, terus dia jadian sama cewek
lain tapi yang bikin aku sakit hati banget gini. Awalnya kita berdua tuh Cuma
break aja ehh aku denger-denger dia malah jadian sama cewek lain. Dari situ
aku sakit hati banbet sama dia. Ya sampe sekarang masih inget lah sama
kejadian itu tuh yan.
|
Berbicara dengan nada agak turun.
|
|
||||
|
10
|
Ren
pacar kamu emang bawel gak tentang masalah cara pakai baju kamu, kegiatan
kamu sehari-hari dan dia sering curiga gak kalau kamu lagi pergi kemana gitu
terus kamunya gakada kabar, apa yang di bilang ke kamu?
|
|
Wahh
itu si banyak banget yan dia nanya tuh udah kaya ibu-ibu aja cerewetnya minta
ampun deh, kaya gini pernah pas aku lagi maen ke tempat lain pasti dia
langsung BBM nanyain kamu lagi dimana, sama siapa, ngapain lahh. Sama aku
langsung aja au tunjukin fotonya nih aku lagi sama teman cewek lagi ke mall.
Kesal banget tuh sama dia kayanya dia itu gak percaya sama aku aja. Padahal
ya yan dia sendiri sama aja emang dia suka gak sadar kalau dia juga gak
pernah ngabarin aku kalau dia lagi pergi kemana-mana, disitu aku kadang aneh
juga sama dia.
|
|
|
|
11
|
Wahh lucu juga aku dengernya eh
ngomong-ngomong waktu itu tahun baru gimana kamu jalan-jalannya sama dia?
asyik nih pasti kalau sepasang kekasih.
|
|
Dihh yang ada malah aku pas tahun baru
sendiri aja di rumah gak pergi kemana-mana yan, sementara dirumah ada
saudara-saudara aku mereka pada asyik
Telponan sama pacarnya masing-masing
eh sementara aku gak ada kabar dari dia. Pas liat di BBM dia bikin status
lagi ke jackclouth. Siapa coba yang gak marah kaya gitu, aku sms dia nungguin
lama banget balesnya. Wajarlahh kalau aku seorang cewek marah pas cowoknya
siakpnya kaya gitu, gimana aku gak curiga coba.
|
|
|
|
12
|
Mungkin
aja dia kaya gitu lupa ren namanya lagi jalan-jalan. Pastinya lihat hp juga
jarang namanya juga festival jackclouth kan besar tuh tempatnya juga di GBK
jakarta selatan wajarlah kalau dia terlalu asyik cari-cari barang yang di
suka, tapi habis itu dia minta maaf kan sama kamu ?
|
|
Iya tuh dia emang kalau udah ke tempat
baju-baju distro aja pasti deh lupa sama semuanya termasuk sama aku pacarnya,
aku sih boleh-boleh aja yang aku mau tuh dia kasih kabar dulu ke aku. Jadi
kan akunya ngerasa enak gak perlu curiga atau gimana lah kamu tahu kan gimana
perasaan cewek yan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
VII.
TAHAP PERENCANAAN/ EVALUASI/ TINDAK LANJUT/ TAHAP AKHIR
Analisis saya dari
konseling ini akhirnya saya menyarankan kepada reni untuk tetap melanjutkan
kegiatannya itu dan cobalah untuk terus fokus dalam mengerjakan skripsi, untuk
masalah hubungannya reni mengatakan dia akan coba melupakan kesalahannya yang
dulu dan akan berusaha untuk tidak mengungkitnya lagi. Dan mulai tidak akan
cepat marah kalau pacarnya terkadang tidak memberikan kabar kepada reni. Dia
sekarang akan mulai belajar untuk saling mengerti kesibukan masin-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar