Jumat, 03 Juni 2016

contoh laporan konseling

FORMAT LAPORAN DESKRIPSI KASUS
 I. Identitas
1.1 data diri konselor
Nama                           : sofian hadi irawan
NIM                            : 1131040140
Jurusan                        : tasawuf dan psikoterapi
Jenis praktikum           : konseling person centered
Tanggal mulai              : 26 febuari    
Tanggal selesai            : 5 maret
Dosen                          : Yulianti


1.2 data diri klien
Nama lengkap             : Nur umairotul faridah
Nama panggilan          : Ida
Jenis kelamin               : Perempuan
Tempat tanggal lahir   :
Pendidikan                  : Mahasiswa
Pekerjaan                     : Mahasiswa
Hobi                            :
Alamat                                    : Tangerang
Nama orang tua           : rs
Anak ke                       :
Keluhan                       : Kepindahan jurusan



II. OBSERVASI
2.1 keadaaan fisik
Kondisi klien saat pertama kali bertemu dengan saya di dalam ruangan wajahnya agaka sedikit murung entah itu karena dia sedang sakit atau memang masih lelah, karena si klien baru saja selesai kuliah yang jadwalnya dari pagi sampai siang hari. Dia adalah wanita yang berbicaranya lemah embut dan kata-katanya juga sopan walaupun baru pertama kali bertemu dengan saya. Dari analisa saya tinggi klien sekitar 150 dan berat kira-kira 46 kg. Dia juga termasuk wanita yang tidak banyak memakai perhiasan saat datang ke kampus klien saya hanya memakai jam tangan saja untuk menambah style. Sedikit memakai parfum khas wanita pada zaman sekarang ini.
2.2 keadaan psikologis
Keadaan psikologis klien dari awal datang dia tampak sekali ceriah dilihat dari wajahnya walaupun sepertinya agak dipaksakan ya maklum saja mungkin karena kegiatan kuliahnya yang padat, karena dia juga aktif di salah satu organisasi. Pertama saya menanyakan “bagaimana kabarnya, apakah masih lelah dan apa mau itirahat dulu sebentar?” karena kalau saya lihat dia memang sangat kelelahan sekali, awal pembicaraan kami membicarakan tentang kegiatan klien dikelas bagaimana karena klien adalah seorang mahasiswa pindahan jadi saya rasa pasti cukup sulit baginya untuk mengejar mata kuiah yang dismester bawah. Sepertinya dia juga mengalami kesulitan dalam menyusun skripsinya karena klien juga harus mengikuti UAS smester bawah padahal klien sekarang masih belum selesai mengerjakan skripsinya, itu yang saya dengan dari klien saat pertama bercerita kepada saya sebagai konselornya.

2.3 keadaan spiritual religus
Dari hasil analisis saya memang dia anak kuliahan yang selalu memakai kerudung bukan hanya di kampus saja tapi di luar kampus juga di kosan dia, pasti selalu memakai kerudungnya tapi pada saat adzan berkumandang sikapnya biasa-biasa saja dia hanya mengatakan”wah sudah adzan ya cepet banget”. Disitu saya bisa menyimpulkan dia tipe perempuan yang modern yang lumayan mementingkan gaya di bandingkan dengan kewajibannya untuk sholat, tetapi dia juga sangat rajin sholat lima waktu.

III. RIWAYAT KELUHAN
Masalah klien dari awal datang kepada saya pertama adalah tentang pembuatan skripsi yang sekarang sedang klien susun. Dalam penyusunan skripsi klien bercerita bahwa dia cukup malas dalam mengerjakannya saat di tanya kenapa alasannya selain malas, dia menjawab kalau ada masalah lain yang menghambatnya dalam menyusun skripsi. Dia mengatakan kalau tidak ada seseorang yang menyemangati dirinya disaat dia sedang membutuhkan seseorang disampingnya entah itu teman, keluarga, dan kekasihnya, mereka semua tidak mungkin sibuk dengan hal lain jawab si klien. Dari situ berusaha mencari informasi lagi dan ternyata dia menceritakan lagi kalau masalah keduanya itu adalah hubungan dia dengan kekasihnya yang sekarang sedang dalam kehancuran. Katanya hubungan dia makin lama makin memburuk karena kesibukkan masing-masing dan membuat mereka jarang bertemu walaupun mereka satu kampus yang membedakan  hanya beda jurusan saja
Dari keluhan fisik dia hanya mengatakan kalau badannya kurang langsing di bandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Walaupun berat badannya sedang dia tetap mengeluh dengan tingginya itu. Mungkin karena semua teman sekelasnya agak tinggi dari si klien dan postur tubuuhnya juga langsing, klien jadi iri dan juga dia sangat menyukai film korea dimana didalam film itu semua gadis-gadisnya bertubuh langsing, tinggi dan sudah pasti sangat sempurna bagi kaum laki-laki. Itu juga yang membuat dia merasa kurang pada fisiknya yang mana dia ingin seperti kebih sempurna dari keadaannya sekarang. Klien menceritakan masalahnya tentang keadaan psikis yang di alaminya yaitu bahwa klien menyadari bahwa diriinya labil dalam mengambil setiap keputusan. Terkadang klien terlalu memikirkan perasaan orang lain sehingga membiarkan dirinya yang mengalah untuk orang lain, tapi setelah itu klien merasa bahwa itu tidak adil dan akhirnya melakukan perlawanan terhadap dirinya itu. Klien juga terkadang sulit untuk mengatakan kata “tidak” jika ada seseorang yang meminta bantuannya padahal klien itu sedang sibuk dengan tugasnya misalnya saat ada teman yang memintanya untuk mengerjakan tugasnya. Disisi lain klien sebenarnya tidak mau membantunya karena sedang lelah tapi karena dia merasa tidak enak maka dirinya mengatakan iya dan sulit untuk mengatakan tidak.

V. TAHAP AWAL
Dari analissis yang dapatakan tentang klien ini yatiu adalah dia mempunyai masalah tetang kekurangan kepercayaan dirinya padahal dirinya itu mempunyai banyak kelebihan, tapi dia tidak bisa melihatnya dan yang dia lihat hanyalah kekurangan dirinya itu. Teori yang memperkuatnya adalah ibn abbas mengatakan: “bertafakur dalam satu jam lebih baik dari bangun (salat) satu malam” atau bahkan adaa yang mengatakan lebih baik daripada beribadah satu tahun lamanya. Hadits tersebut sejalan dengan suatu konsep psikoterapi pribumi dari jepang yang dibawa oleh ishin yashimoto dan dikenal dengan terapi naikan. Psikoterapi itu sendiri, sebagaimana dijabarkan berry, dkk (1999) ialah suatu istilah umum yang dikembangkan untuk merujuk pada suatu praktek yang melibatkan seorang pasien dan seorang penyembuh dalam suatu hubungan personal, tujuannya adalah menghilangkan penderitaan pasien karena suatu gangguan atau permasalahan psikologis. Diantara sejumlah psikoterapi pribumi, ada yang yang berakar dibudaya dan pemikiran jepang, yaitu terapi naikan. Menurut murase (1982) dan beryy (1999) terapi ini merupakan suatu kebangkitan dan suatu penemuan kembali akan nilai masyarakat jepang yaitu sunao. Sunao adalah sikap pasrah untuk atau tunduk, menerima, selaras dengan lingkungan sosial, berpikiran terbuka, jujur, dan bebas dari antagonism dan persaingan. Sunao merupakan jalan untuk menemukan kembali harmoni dan kedamaian:

“jika mereka memilki pikiran sunao, maka mereka akan menemukan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan pikiran sunao mereka dapat bertahan dalam kecemasan dan ketidakpuasan, menerima diri sendiri berati membolehkan kelemahan, cacat, ketidak-enakan, dan perasaan-perasaan yang tidak diharapkan dari seseorang sebagaimana adanya. (murase, 1982 dalam beryy, 1999). Psikoterapi naikan merupakan bentuk pengobatan secara meditasi yang dikembangkan dijepang dari aliran jodo shinsu budha oleh oleh isshin yashimoto, seorang pendeta dan mantan pengusaha. Melalui bimbingan refleksi terhadap diri sendiri masalah dan kecemasan yang telah ia timbulkan dalam kehidupan orang lain. Terapi ini jelas bertujuan untuk menyadarkan akan kesalahan yang telah dilakukan, dan secara langsung menumbuhkan perasaan dicintai dan diperhatikan sekecil apapun itu. Dengan demikian, hal ini akan menimbulkan keinginan untuk untuk mensyukuri bantuan apapaun yang diberikan orang lain untuk menyeimbangkan kehidupan sosial dan mengurangi keegoisan. Karena setiap manusia itu kebanyakan selalu mementingkan egon-nya masing-masing tanpa ada yang mau mengalah satupun, dengan terapi naikan ini. Maka klien yang sedang bermasalah bisa teratasi dengan konselornya tanpa ada hambatan yang menghalanginya. Dalam diri manusia terdapat ego dan super ego itulah yang menyebabkan kita sebagai manusia susah untuk bekerjasama dengan orang lain karena kita selalu menganggap bahwa diri kitalah yang paling benar. Andai kita merenungkan sebentar apakah yang sekarang menjadi milik kita dan apa yang sudah kita lakukan selama ini sudah apa benra atau tidak.
Instrumen yang saya gunakan adalah menyuruh klien membayangkan kelebihan dan kemampuan yang dia punya dan pernah dia pakai untuk membantu orang lain. Kemudian, saya membuat reni menceritakan hal-hal yang membuat dia bahagia apa saja. Dengan begitu kepercayaan dirinya sedikit tapi pasti dapat kembali lagi. Sehingga klien tidak lagi terlalu memikirkan kekurangannya.





VI. TAHAP KERJA (Treatmen Konseling Terapi)

No
 Ungkapan        Verbal
 Konselor
  Ungkapan
  Nonverbal
Ungkapan klien
  Teknik
Keterangan

1
Hey ren mau minum apa? Nanti saya bawain eh maaf ya panas ruangannya.
Senyum, bertanya, tertawa kecil.
Apa aja deh yan haus banget ni, iya ni panas ruangannya gak ada AC ya.
Attending, memberikan kepercayaan.
Menciptakan rapport.

2
Ren maaf ya Cuma ada nutrisari sama cemilan keripik saja di kantinya. Soalnya di kantin gak ada yang lain lagi udah pada habis. Ada juga makanan yang pake  nasi, mau aku beli ehh lupa aku gak bawa dompet jadi Cuma ada sedikit uangnya gak apa-apa kan?
Senyum, salam, sapa, sopann
Gak apa-apa yan santai aja, malah makasih banget udah di beliin .
Perkenalan, mengobrol biasa.


3
Gimana   nih skripsinya lancar gak? Dari wajahnya kayanya udah beres ni. Kayanya lagi ceria-ceria gimana gitu make up aja masih baru di tambah kamu makin cantik nih eh bercanda jangan di anggap serius ya ?

Memelihara kotak mata, duduk agak dekat.
Gampang si sebenarnya kalau di kerjain, asli gampang banget. Yang susahnya pertama yaitu males doank yang kedua tidak ada niat untuk mengerjakan. Pokonya intinya itu aja kalau mood kitanya lagi jelek

Mulai masuk ke topik utama

4
Terus ada gak yang hal lain yang bikin kamu semangat ngerjain skripsinya ?





















Ada si dari orang tua kadang mereka tanya gini, gimana skripsinya, udah berapa lembar. Duhh jadi kepikiran dari sana kalau ada omongan dari orang tua, terus kalau ada teman nah dia udah banyak gitu skripnya baru dehh aku jadi mulai semangat nyusun skripsinya lagi.
Cara Duduk disamakan dengan klien


5
Oh iya selama kuliah gimana pernah ngelakuin apa gitu atau bolos apalah?
 Ada gak penyebabya.

Ya kalau smester 1 sampai 4 masih rajin, baik nahh pas smester 5 baru udah klimaks tuh, aku udah mulai sering bolos jarang banget kuliah, di tambah dosenya yg killer segalanya serba ketat jadi aja male kuliah. Nilai IP juga mulai anjlok, smester 6 Cuma dapet nilai IP 3.30 kalau  smester sebelum dapetnya bagus. Gak tahu kenapa aku juga jadi kaya gini yan kayanya semua anak kuliah kaya gini ya kalau udah smester akhir.



6
Oh iya di jurusan kamu ujian proposalnya gimana ? kira-kira sama gak ya kaya jurusan yang lain gitu.

Wahh tiap bulan harus sering-sering di kasih tuh propsalnya tapi si tiap jurusan beda-beda kaya contohnya kalau fakultas tarabiyah kan dia tuh ada seminar propsal kaya gitu kan. Ya semuanya juga tergantung kebijakan masing-masing dari tiap jurusan kita.



7
Oh iya pacar kamu sering kasih semangat gak? ya atau hal-hal yang lainnya yang bisa kamu jadiin motivasi biar pas kamu nyusun skripsinya tambah semangat gitu.

Ya boro-boro yan, yang ada dia itu malah gangguin aku terus pas lagi ngeik buat skripsi malah bercandanya itu kelewatan. Aku aja sampai kesal bannget sama dia duhh pokonya pacar tuh kaya gak ada ngasih semangat gitu lahh.



8
Tapi kamu ren merasa beneran kesal atau Cuma bohongan? Kan dia pacarc kamu lohh

Ya kesal Cuma dikit aja gak sampe semarah apa gitu yan. Tapi si walaupun dia emang sering gangguin aku setidaknya dia itu selalu ada buat aku dan yang pasti dia selalu bikin aku senang si. Mungkin itu cara dia buat nyenengin aku dengan cara ngejailin aku.



 9
Apa dulu sempat ada hal yang pacar kamu lakuin ke kamu dan itu sampai membuat kamu sakit hati atau hal yan semcamnya gitu ren? Tapi gak harus di jawab semuanya kalau itu bisa bikin kamu lagi ingat sama masalah itu.

Iya si ada yan pas dulu kita kan pernah putus tuh, terus dia jadian sama cewek lain tapi yang bikin aku sakit hati banget gini. Awalnya kita berdua tuh Cuma break aja ehh aku denger-denger dia malah jadian sama cewek lain. Dari situ aku sakit hati banbet sama dia. Ya sampe sekarang masih inget lah sama kejadian itu tuh yan.
Berbicara dengan nada agak turun.




10
Ren pacar kamu emang bawel gak tentang masalah cara pakai baju kamu, kegiatan kamu sehari-hari dan dia sering curiga gak kalau kamu lagi pergi kemana gitu terus kamunya gakada kabar, apa yang di bilang ke kamu?

Wahh itu si banyak banget yan dia nanya tuh udah kaya ibu-ibu aja cerewetnya minta ampun deh, kaya gini pernah pas aku lagi maen ke tempat lain pasti dia langsung BBM nanyain kamu lagi dimana, sama siapa, ngapain lahh. Sama aku langsung aja au tunjukin fotonya nih aku lagi sama teman cewek lagi ke mall. Kesal banget tuh sama dia kayanya dia itu gak percaya sama aku aja. Padahal ya yan dia sendiri sama aja emang dia suka gak sadar kalau dia juga gak pernah ngabarin aku kalau dia lagi pergi kemana-mana, disitu aku kadang aneh juga sama dia.


11
Wahh lucu juga aku dengernya eh ngomong-ngomong waktu itu tahun baru gimana kamu jalan-jalannya sama dia? asyik nih pasti kalau sepasang kekasih.

Dihh yang ada malah aku pas tahun baru sendiri aja di rumah gak pergi kemana-mana yan, sementara dirumah ada saudara-saudara aku mereka pada asyik  
Telponan sama pacarnya masing-masing eh sementara aku gak ada kabar dari dia. Pas liat di BBM dia bikin status lagi ke jackclouth. Siapa coba yang gak marah kaya gitu, aku sms dia nungguin lama banget balesnya. Wajarlahh kalau aku seorang cewek marah pas cowoknya siakpnya kaya gitu, gimana aku gak curiga coba.


12
Mungkin aja dia kaya gitu lupa ren namanya lagi jalan-jalan. Pastinya lihat hp juga jarang namanya juga festival jackclouth kan besar tuh tempatnya juga di GBK jakarta selatan wajarlah kalau dia terlalu asyik cari-cari barang yang di suka, tapi habis itu dia minta maaf kan sama kamu ?

Iya tuh dia emang kalau udah ke tempat baju-baju distro aja pasti deh lupa sama semuanya termasuk sama aku pacarnya, aku sih boleh-boleh aja yang aku mau tuh dia kasih kabar dulu ke aku. Jadi kan akunya ngerasa enak gak perlu curiga atau gimana lah kamu tahu kan gimana perasaan cewek yan.












VII. TAHAP PERENCANAAN/ EVALUASI/ TINDAK LANJUT/ TAHAP     AKHIR

            Analisis saya dari konseling ini akhirnya saya menyarankan kepada reni untuk tetap melanjutkan kegiatannya itu dan cobalah untuk terus fokus dalam mengerjakan skripsi, untuk masalah hubungannya reni mengatakan dia akan coba melupakan kesalahannya yang dulu dan akan berusaha untuk tidak mengungkitnya lagi. Dan mulai tidak akan cepat marah kalau pacarnya terkadang tidak memberikan kabar kepada reni. Dia sekarang akan mulai belajar untuk saling mengerti kesibukan masin-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar